| Tentang Piala Sanggar |
| Berita - Terbaru | |||
| Written by Budiarna NR | |||
| Sunday, 05 April 2009 22:18 | |||
Lama tak berkunjung ke sanggar membuatku kaget saat memasukinya. saat masuk pintu sanggar tatpan mata langsung mengarah pada sederetan piala megah mengkilap berjajar dengan rapi dan begitu buanyaknya membuat kepala saya langsung tergeleng-geleng. kalau piala berarti prestasi, maka sudah begitu banyak ya prestasi yang kita raih. saya berjalan lebih mendekat lagi--setelah menyapa adik2 ambalan panitia pelantikan bantara tentunya yang lagi ngadain acara bedah film "Temujin(Jenghis Khan)" bareng duo alumni yang baru datang dari yukjo--kepada piala yang paling gres, ada 2 piala berjajar, Juara I putra dan Juara III putri LOSIPRAM 2008 di Universitas Brawijaya.
"Ada lagi tu mas piala bergilir nya, karena kita jadi juara umum, ada di ruang kepala sekolah", kata Fatkhur, pradana putra saat ini mencoba mengurai keheranan saya. Luar biasa, berarti sudah dua kali kita jadi juara umum LOSIPRAM(lomba prestasi kepramukaan-antar gudep SMA se Jawa Timur), sebelumnya tahun 2001. padahal seumur hidup kita baru ikut dua kali itu(antara 2001-2008 tidak ikut) dan jadi juara umum terus. Semoga ini bukan karena kak Yogie IX jadi petinggi di racana unibraw(saat ini jadi Pemangku Adat, periode sebelumnya Ketua Dewan Racana) lalu kita diistimewakan. setelah berburu kabar ternyata tidak, karena saat LOSIPRAM kak yogie sedang mengikuti Perkemahan Wirakarya tingkat nasional di Padang. Syukurlah kalo begitu.
Kembali ke piala, di samping kanan piala losipram tadi masih berjajar panjang piala lain. di bawahnya juga, masih banyak piala kecil dan besar, panajang dan bulat dengan aneka ragam bentuk dan prestasi di berbagai bidang lomba dan tingkat, dari ranting(kecamatan) sampai Jawa-Bali. tiadanya piala nasional bukan karena kita gak pernah juara nasional, tapi karena jrangnya digelar lomba tingkat nasional untuk Penegak.
Paling banyak lomba sih di Penggalang, untuk penegak selain lomba kegiatan lebih banyak kepada event besar dan kegiatan wirakarya, yang semuanya non lomba. Padahal dulu, selama saya 3 tahun jadi anggota perasaan tidak menyumbangkan piala sama sekali: lomba P3K di unair kalah, lomba rapeling di unesa kalah, lomba HUT di ngawi purba gak dapat juara, pernah sih dapat sekali ketika lomba HUT di geneng, kita juara 3. tapi pialanya tidak kita terima, karena saat penyerahan piala untuk smadu, tiba2 Pinsa kak Broto Sanjoyo berteriak lantang"Khusus Smada, BALIK KANAN GERAK! (Widodaren-Geneng, 16 Agustus 1999).
Malah waktu itu kita menghilangkan piala Juara Bergilir Gerak Jalan Mantingan-Ngawi yang direbut di tahun 1997. saat ada lomba lagi tahun 1999(saya di barisan no 2 tengah tepat dibelakang kak Fuad yang sering saya injak sepatunya:), kita kalah. akhirnya piala besar berlapis kaca(lebih besar lagi daripada piala besar berkaca sanggar yg ada di foto) harus diambil lagi oleh panitia, hiks..Sampai saya dilepas sebagai anggota ambalan di tahun 2001, masih sedikit piala yang berjajar di lemari sanggar. berarti selama 10 tahun kepergian saya, 10 generasi di bawah saya sudah menyumbangkan banyak piala untuk sanggar, rakasmuda jancuo cok!
Selanjutnya saya kepikiran begini, kalau piala kita bertambah terus, pasti lemari kita tidak cukup lagi menampung koleksi piala tersebut. sekarang saja sudah penuh sesak. kalo dipaksakan dipasang disitu, bisa bersenggolan saking sesaknya dan pecah nanti. kalo kita buat lemari baru untuk tempat piala, ah sanggar kita sudah terlalu kecil untuk ditambah lemari lagi. atau kita pajang di depan sanggar, bagaimana kalau ada yang ngambil nanti. atau kita gak usah ikut lomba aja biar gak dapat piala lagi, seandainya pun ikut lomba kita ngalah aja. bagaimana menurut anda? ![]() Budiarna Nur Rochmad
|
piala sanggar nambah kan mas??
sayang, tempat pialanya yang agaknya kurang dirawat.. >0
sayang, tempat pialanya yang agaknya kurang dirawat.. >0
^_^
Ngomongin soal piala ya??? Pialanya gak begitu penting sebenarnya (tenane mas?? Dibuang sayang lo. Apa lagi klo diloakin, tega amat...). Toh kalo udah penuh sesak, bakal buingung ngeliatnya. Lha piye to? Piala jejer-jejer marai mumetne sirah. Ngelu ndeloke. Mrinding bahkan. Yang lebih penting (jauh lebih penting) adalah bagaimana kita memaknai sederetan piala yang satu-persatu ditelurkan dari sebuah prestasi. Memaknai segala keluh keringat yang diperas untuk mendapatkannya.
Hiks. jadi teringat beberapa taun silam ketika masih di Ambalan. Di ITS lomba apa ya dulu,, Lupa euy... Sudah keringat bercucuran, optimis beriringan dengan pesimis. Campur aduk. Dan hati berdebar saat pembacaan pemenang lomba. Dan akhirnya....??? Uh!!! Kalah juga. T_T Tapi alhamdulillahnya lomba di ITS itu masih menyisakan sejuta SENYUM dan kepuasan. Meski ora menang, wis seneng kae lo mempersembahkan sing paling apik nganti mentok kabeh usahane... Wis lah, ngeri tenan...
Nah, back to topic "Tentang Piala Sanggar"
Mungkin bisa dijadikan track record ambalan. Tinggal dihitung saja piala yang ada setiap tahunnya lalu dibandingkan. Tahun siapa paling banyak, maka berbanggalah... Haha,,
Mengenai LOSIPRAM: Piala LOSIPRAM memang memukau dan membuat iri. (Sekali lagi bukan pialanya yang lebih penting!) Dan jujur, itu yang saya rasakan dulu. Pengiiiiin banget bisa mengikuti lomba itu dan memenangkannya. Alhamdulillah nya, sekarang sudah ada yang membawanya kembali pulang ke rumahnya: sanggar kita. Prestasi luar biasa.
Lalu kini??? Tinggal menghitung hari. Menghitung dan membidik piala-piala baru yang nanti makin memenuhi sangggar. Berlatih dan berlatih... Pramuka asik nya tuh disitu!! SUMPAH DEHH :)
Ngomongin soal piala ya??? Pialanya gak begitu penting sebenarnya (tenane mas?? Dibuang sayang lo. Apa lagi klo diloakin, tega amat...). Toh kalo udah penuh sesak, bakal buingung ngeliatnya. Lha piye to? Piala jejer-jejer marai mumetne sirah. Ngelu ndeloke. Mrinding bahkan. Yang lebih penting (jauh lebih penting) adalah bagaimana kita memaknai sederetan piala yang satu-persatu ditelurkan dari sebuah prestasi. Memaknai segala keluh keringat yang diperas untuk mendapatkannya.
Hiks. jadi teringat beberapa taun silam ketika masih di Ambalan. Di ITS lomba apa ya dulu,, Lupa euy... Sudah keringat bercucuran, optimis beriringan dengan pesimis. Campur aduk. Dan hati berdebar saat pembacaan pemenang lomba. Dan akhirnya....??? Uh!!! Kalah juga. T_T Tapi alhamdulillahnya lomba di ITS itu masih menyisakan sejuta SENYUM dan kepuasan. Meski ora menang, wis seneng kae lo mempersembahkan sing paling apik nganti mentok kabeh usahane... Wis lah, ngeri tenan...
Nah, back to topic "Tentang Piala Sanggar"
Mungkin bisa dijadikan track record ambalan. Tinggal dihitung saja piala yang ada setiap tahunnya lalu dibandingkan. Tahun siapa paling banyak, maka berbanggalah... Haha,,
Mengenai LOSIPRAM: Piala LOSIPRAM memang memukau dan membuat iri. (Sekali lagi bukan pialanya yang lebih penting!) Dan jujur, itu yang saya rasakan dulu. Pengiiiiin banget bisa mengikuti lomba itu dan memenangkannya. Alhamdulillah nya, sekarang sudah ada yang membawanya kembali pulang ke rumahnya: sanggar kita. Prestasi luar biasa.
Lalu kini??? Tinggal menghitung hari. Menghitung dan membidik piala-piala baru yang nanti makin memenuhi sangggar. Berlatih dan berlatih... Pramuka asik nya tuh disitu!! SUMPAH DEHH :)
tak sekedar piala yang jadi penting untuk melihat kapasitas sebuah angkatan, namun proses dlam meraih menjadi sebuah pengalaman, entah dapat atau tidak, kak Agus tetap tersenyum
___hehe ngelingi jaman semono karo mas Agus dkk____
___hehe ngelingi jaman semono karo mas Agus dkk____
Working....
Finished
Failed
Lama tak berkunjung ke sanggar membuatku kaget saat memasukinya. saat masuk pintu sanggar tatpan mata langsung mengarah pada sederetan piala megah mengkilap berjajar dengan rapi dan begitu buanyaknya membuat kepala saya langsung tergeleng-geleng. kalau piala berarti prestasi, maka sudah begitu banyak ya prestasi yang kita raih. saya berjalan lebih mendekat lagi--setelah menyapa adik2 ambalan panitia pelantikan bantara tentunya yang lagi ngadain acara bedah film "Temujin(Jenghis Khan)" bareng duo alumni yang baru datang dari yukjo--kepada piala yang paling gres, ada 2 piala berjajar, Juara I putra dan Juara III putri LOSIPRAM 2008 di Universitas Brawijaya.
Kembali ke piala, di samping kanan piala losipram tadi masih berjajar panjang piala lain. di bawahnya juga, masih banyak piala kecil dan besar, panajang dan bulat dengan aneka ragam bentuk dan prestasi di berbagai bidang lomba dan tingkat, dari ranting(kecamatan) sampai Jawa-Bali. tiadanya piala nasional bukan karena kita gak pernah juara nasional, tapi karena jrangnya digelar lomba tingkat nasional untuk Penegak.
Malah waktu itu kita menghilangkan piala Juara Bergilir Gerak Jalan Mantingan-Ngawi yang direbut di tahun 1997. saat ada lomba lagi tahun 1999(saya di barisan no 2 tengah tepat dibelakang kak Fuad yang sering saya injak sepatunya:), kita kalah. akhirnya piala besar berlapis kaca(lebih besar lagi daripada piala besar berkaca sanggar yg ada di foto) harus diambil lagi oleh panitia, hiks..Sampai saya dilepas sebagai anggota ambalan di tahun 2001, masih sedikit piala yang berjajar di lemari sanggar. berarti selama 10 tahun kepergian saya, 10 generasi di bawah saya sudah menyumbangkan banyak piala untuk sanggar, rakasmuda jancuo cok!

RAKASMUDA COMMENTS